PROSEDUR PENERIMAAN KLIEN

Kantor Jasa Akuntansi Syariah (KJA Syariah) merupakan institusi yang memberikan jasa kepada para klien khususnya Entitas Syariah, sehingga keberadaan klien bagi KJA Syariah merupakan peluang untuk mendapatkan pendapatan, namun demikian tidak berarti semua calon klien yang meminta atau akan menggunakan jasa KJA Syariah akan langsung dapat diterima. KJA Syariah Dadang Romansyah, SAS memiliki prosedur terhadap para calon klien yang akan menggunakan jasa KJA Syariah Dadang Romansyah, SAS dengan terlebih dahulu menguji integritas calon klien. Standar yang diberlakukan adalah KJA Syariah Dadang Romansyah, SAS hanya akan menerima klien Entitas Syariah atau Entitas Umum yang aktivitas usahanya tidak bertentangan dengan prinsip syariah Islam, serta yang memiliki manajemen dengan integritas yang baik, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko penugasan yang didapat dari klien.

Terhadap calon klien KJA Syariah Dadang Romansyah, SAS akan terlebih dahulu melakukan identifikasi calon klien, apakah manajemen calon klien dapat dipercaya dan bertanggung jawab serta dalam menjalankan seluruh aktivitas usahanya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Proses untuk mendapatkan gambaran calon klien di atas dapat dilakukan dengan cara bersilaturahim dan berkomunikasi dengan KJA sebelumnya yang pernah memberikan jasa kepada calon klien, mencari informasi dari pihak ketiga yang diyakini memiliki informasi yang cukup dan pandangan obyektif terhadap calon klien, atau dapat juga dilakukan dengan mengandalkan pada pengalaman dan pemahaman KJA Syariah Dadang Romansyah, SAS tentang calon klien tersebut.
Setelah gambaran profil calon klien diperoleh, langkah berikutnya adalah KJA Syariah Dadang Romansyah, SAS melakukan identifikasi penugasan, identifikasi dimaksud adalah siapa yang akan menjadi pengguna informasi yang dihasilkan dari penugasan tersebut, bagaimana prosepek hukum dan stabilitas keuangan calon klien, juga batas lingkup penugasan.

Langkah selanjutnya KJA Syariah Dadang Romansyah, SAS melakukan pendalaman pemahaman calon klien terkait dengan potensi-potensi yang dapat memengaruhi dalam pelaksanaan penugasan, memahami karakter manajemen dan pemiliknya sehingga dapat dipertimbangkan kemungkinan perlunya perhatian khusus, atau adanya potensi risiko yang tidak wajar, melalui langkah ini dapat direview dan diperoleh informasi data mengenai calon klien lebih dalam.

Berdasarkan data dan informasi yang telah diperoleh, akan dilakukan pertimbangan risiko calon klien sesuai dengan persyaratan penerimaan atau penolakan klien. Jika berdasarkan informasi yang diperoleh mengarah pada menerima klien, KJA Syariah Dadang Romansyah, SAS akan menunjuk tim yang akan melaksanakan penugasan klien dengan mempertimbangkan independensi, keahlian, pengetahuan tentang industri dan jumlah personel yang akan dilibatkan.

Jika kesimpulan awal adalah menerima calon klien maka akan diterbitkan proposal persetujuan menerima klien, sebelum dibuat keputusan final penerimaan klien akan dilakukan proses verifikasi, apakah tim yang akan menerima penugasan setuju serta bersedia bertanggung jawab atas penugasan yang diberikan. Tim yang ditunjuk harus senantiasa memiliki kewaspadaan terkait dengan integritas atau ketidaksepahaman dengan manajemen klien atau direksi, dan selalu waspada terhadap alasan profesional mengapa harus menolak atau tidak menerima penugasan yang diberikan.

Bila semua langkah di atas mengarah pada kesimpulan yang meyakinkan, KJA Syariah Dadang Romansyah, SAS akan memutuskan menerima, melanjutkan atau menolak klien, setelah mendapatkan dan mempertimbangkan seluruh informasi yang dibutuhkan serta pertimbangan dari risiko klien. Apabila keyakinan mengarah pada persetujuan untuk menerima klien, KJA Syariah Dadang Romansyah, SAS akan membuat laporan persetujuan penerimaan klien yang ditandatangani oleh klien dan pimpinan tim.